Pages

Cari Blog Ini

Senin, 13 Februari 2012

Bagaimana samudra dan laut terbentuk?


Belum ada yang tahu pasti bagaimana samudra dan laut bisa terbentuk. Sejumlah ilmuwan memperkirakan segera setelah terbentuknya, Bumi dikelilingi oleh awan tebal. Seiring mendinginnya Bumi, turunlah hujan yang mengisi celah-celah di kerak Bumi dan membentuk samudra-samudra pertama. Ketika kerak benua bergeser menjauh, air mengisi ruang kosong yang ditinggalkan dan terbentuklah samudra-samudra dan juga laut-laut yang seperti kita kenal sekarang.


Menurut ceritanya, tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga ke ukuran asteroid sebesar ratusan kilometer. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebut timbulah ledakan2 yang sudah pasti sangat dahsyat pula yang mengakibatkan terbentuknya kawah2 yang sangat besar dan pelepasan panas secara besar2an pula.

Laut sendiri menurut sejarahnya terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100C) karena panasnya bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu bertipe mamut alias ‘ruar biasa’ tingginya karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi.


Sebelum kita lanjutkan pembahasannya, ada satu pertanyaan yang mengganjal yang perlu diajukan di sini, yaitu “dari mana air yang membentuk lautan di bumi itu berasal?” Itu pertanyaan yang sukar dijawab, dan para ahli sendiri memiliki beberapa versi tentang hal itu. Salah satu versi yang pernah saya baca adalah bahwa pada saat itu, bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan.

Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin.

Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saai itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi. Kehidupan di bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun demikian, masih merupakan perdebatan hangat hingga saat ini kapan tepatnya kehidupan awal itu terjadi dan di bagian lautan yang mana? apakah di dasar laut ataukah di permukaan? Hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut.  [sumber]

2 comments:

Unknown mengatakan...

Faktanya, Bima Sakti adalah nama galaksi dimana tata surya berada.

Unknown mengatakan...

Dan air di Bumi tidak pernah berkurang sedikitpun, tetapi hanya berubah bentuk.

Posting Komentar

Daftar Isi

Abu Simbel (1) Alam (15) Alaska (1) Alexander Fleming (1) Alexander Graham Bell (1) Apa Itu E-mail? (1) Apakah Bumi Itu (1) Apakah Cuaca Itu? (1) Archimedes (1) Atletik (1) Bagaimana pelangi terbentuk? (1) Bagaimana samudra dan laut terbentuk? (1) Bagaimana Terbentuknya Bumi? (1) Benarkah Bumi berputar? (1) Benjamin Franklin (1) Berapa banyak tulang yang kita miliki? (1) Berapa lama usia pohon dan semak-semak dapat bertahan? (1) Borobudur (1) Borobudur - Lingkungan Sekitar (1) Bulutangkis (1) Bumi (7) Candi Borobudur (1) Daftar Istilah (1) Darah (1) Galapagos (1) Gelas termasuk benda padat tetapi mengapa gelas terlihat bening? (1) Gunung Api (1) Ilmuwan dan Penemu (5) Isaac Newton (1) Jantung (1) Kamera Foto (1) Kantung Pemakan Tikus (1) Karate (1) Keajaiban Dunia (6) Kenapa HP Disebut Telepon Seluler? (1) Kuil Artemis (1) Lain-Lain (5) Machu Picchu (1) Mata (1) Mengapa Bisa Terjadi Petir? (1) Mengapa Kita Mengantuk Sesudah Makan Siang? (1) Mengapa langit berwarna biru? (1) Mengapa matahari berwarna merah saat terbit dan terbenam? (1) Mengapa pesawat terbang yang jauh diatas terlihat lambat bergerak? (1) Mengapa Tubuh Kita Gemetar pada Saat Cuaca Dingin? (1) Mikroskop (1) Olahraga (8) Otak (1) Otot (1) Penciuman dan Pengecap (1) Penemuan Besar (2) Pengetahuan Umum (5) Petualangan (8) Potala (1) Proses Fotosintesis (1) Rantai Makanan (1) Renang (1) Sahara (1) Segitiga Bermuda (1) Sejarah Borobudur (1) Senam (1) Sepak Bola (1) Serengeti (1) Tembok Cina (1) Tempat Terpanas di Bumi (1) Terbang Layang (1) Terumbu Karang (1) Tomcat Serangga Pesawat Tempur (1) Triathlon (1) Tubuh Manusia (9)